Sunday, April 30, 2017

thrills

kaneko dan saya sudah tidak ada di kantor yang sama. kemungkinan sudah dua bulan kami tidak satu mobil. errr. dia pasti tahu kalau saya juga tidak semudah itu bisa main ke apartemennya sepulang kantor atau di weekend. alasan paling kuat untuk saya berkunjung adalah untuk mengambil barang. semua cd, buku, keperluan o pamela dan apapun yang saya beli pasti akan dikirim ke apartemen kalibata.

sejak stop this madness rilis, dan cd-r nya dikirim ke sana, baru dua minggu setelahnya cd-r nya ada di saya. itu juga kaneko yang bawa, bukan saya yang ambil. tapi bukan itu intinya.

dari malam saya menerima stop this madness, sampai berhari-hari perjalanan kantor, cd-r nya tidak pernah keluar dari stereo mobil. tapi kalau kamu tahu ada secret track dengan skip yang lama, kamu pasti akan melakukan hal yang sama. sebelum akhirnya kamu menekan repeat button untuk thrills.

saya tahu ada sesuatu yang menyenangkan di thrills -selain itu adalah track favorit mamet-, dan saya tidak bisa tidak bermain gitar menyanyikan lagu itu di kamar mandi.

kamu mungkin akan setuju dengan saya tentang maksud lagu itu, sebelum baca apa yang angee bilang.

thrills itu tentang efebofilia gak ya?

No, thrills itu bukan tentang efebofilia. More of owning up to your sexuality.

apa daddy robin nyata?

Yes, daddy robin is real. I met him in Bali but only made out :(

but did you give him head?

No i did not. hahaha. we just danced, kissed, and then he was gone.

berapa lama dari pertemuan dengan daddy sampai kamu menulis lagunya?

It was only one night. HAHAHA. robin was a foreigner i met in la favela, bali, and i was like, "he's cute." Terus we danced and kissed, and then he left. A year later waktu grrrl gang lagi cari materi baru, si akbar suruh aku nulis lagu yang "daddy daddy" gitu. hehehe. ya udah aku bikin thrills that is loosely based on that night.

what did you guys dance to that night?

I remember "alright" by supergrass, "drunk in love" by beyoncé & jay-z, and "hey ya" by outkast.

apa saya masih boleh menganggap thrills itu tentang efebofilia?

It's up to you, buddy.

kenapa bukan kamu yang menulis stop this madness?

Yang "except stop this madness by alfath arya" bukan?

iya

Alfath yang rekam stop this madness bukan yang nulis. heheheheh. i wrote stop this madness.

iya. duh saya salah baca urutan credit. stop this madness bagus banget. setelah thrills, terus track itu, terus my baby is taking a shit mulai lagi. apa kalian sudah mulai rekam materi baru untuk rilis tahun ini? cant get enough of grrrl gang!

omggg thank you! for now, kita belum rekam materi baru, but we're planning to make t-shirts!!

tee is okay too! ada yang mau kamu kasih tahu lagi? saya bahkan gak tanya kenapa nama kalian grrrl gang.

this might sound ignorant, but it was for the LOLs.

.
Grrrl Gang - Thrills

Monday, April 17, 2017

too stupid

kadang ada beberapa hal dalam hidup yang tidak harus menjadi besar untuk kamu hargai. kadang nilainya harus ada di bawah standard masyarakat untuk bisa dilihat lebih baik. dan untuk menjadi lebih subjektif lagi, kamu bahkan tidak harus menjadi apa-apa untuk melakukan sesuatu.

saya tidak harus berada di lingkaran hura-hura untuk menulis tentang apa yang saya cintai. karena menjadi seorang fan selalu lebih dari cukup. saya tidak harus ada di so-called scene yang kamu bangga-banggakan. saya tidak harus berteman dengan siapa-siapa. saya tidak harus memiliki gelar atau reputasi sekecil apapun. kenyataannya adalah otak kapitalis yang kamu punya hanya sanggup menghargai apapun yang ada timbal baliknya. kamu tidak percaya lalala, tidak punya romantisme. dan berhenti menyebut punks karena kamu bahkan secuil kotoran jaripun bukanlah satu diantaranya.

tidak perlu menjadi straight edge untuk bisa membuat borneo beerhouse bebas asap rokok. tidak perlu memulai poptastic! untuk menyuguhkan keramahan soreang.
.
WHALO - Too Far
Tullycraft - Pop Songs Your New Boyfriend's Too Stupid To Know About

Saturday, December 24, 2016

autocrat

sesungguhnya apa yang ada di djarumcoklat.com sudah contoh yang terlalu pasti betapa kamu sampai kapanpun tidak akan pernah membutuhkan dukungan rokok untuk apapun yang kamu lakukan. dan bahkan peter tidak perlu mengonfirmasi tentang kesalahan bodoh mereka soal popcore dan anoa. korporat media memang selalu merupakan pembodohan -kamu harus sadar, konten kamu digunakan untuk ekspansi bisnis mereka, mengambil pasar yang lebih besar dan menikmati keuntungannya saat tiba-tiba scene berubah menjadi tentang apa-yang-bisa-dijual-dan-apa-yang-tidak. dan tidak pernah menjadi tugas kamu untuk menuntun mereka ke arah yang lebih benar -mereka tidak di dalam lingkaran.

jadi lalu kamu memberikan argumen kalau mereka hanya memberi modal, dan kamu bebas melakukan apapun. dan ya, karena itu kamu adalah boneka mereka. kapitalis advertising kuno hanya untuk monyet, dan versi modernnya serasa tepat untuk monyet yang lebih besar. bagaimana tololnya kamu tidak merasa menjadi representatif, dan seperti SPG, kamu sebenarnya menawarkan produk. ketika SPG menggunakan fisik, kamu menggunakan musik. lalu coba satu kali berpikir, walaupun kamu merokok ataupun tidak, anak kamu akan selalu mempunyai orang tua yang menjual rokok.

saya selalu bilang ke adi, kalau beradu logika, saya akan selalu kalah. karena uang adalah logika di dunia kapitalis. tapi sebagai seorang fan, saya akan selalu menang. terserah bagaimana kamu menilainya. pertanyaannya adalah mana yang lebih kamu cintai: musik atau uang. pilihan yang estetik adalah musik. dan kamu harus melakukannya meski dengan berdarah-darah sekalipun atau tidak sama sekali.
.
for against - autocrat

Thursday, July 7, 2016

poptastic!

saya hanya tahu poptastic! seperti one-man run indiepop club dan adalah sutuq. tapi dia menghilang saat baru sekali saya melakukan kontak.
sekarang sutuq kembali, saya seperti tidak bisa untuk tidak melakukan interview yang beberapa kali dia jawab dengan mengatasnamakan 'kami'. tapi siapa yang lain, saya tidak pernah berniat tahu. lagipula ini bukan riset sejarah.

saya selalu tahu poptastic! adalah indiepop club di bandung. sebelum akhirnya kamu memposting rilisan lama di bawah nama yang sama. bagaimana semuanya dimulai?

betul sekali. kala itu sederhana aja sih, saya ingin membuka telinga teman teman bahwa selain britpop ada juga yang lain. karena kebetulan saya sempat berdomisili di hamburg, jerman, terpikirlah untuk bikin kompilasi obscure pop bands yang berasal dari jerman. jadilah rilisan pertama poptastic! yang berjudul tonista supadupa freshpop german pop compilation. saya lupa, entah berapa rilisan kaset pada saat itu.
sebetulnya kami juga sempat merilis kompilasi bootleg yang bermuatan bands seperti, spearmint, blueboy, chapterhouse, red sleeping beauty, belle and sebastian yang kala itu (tahun 2000) masih hanya bisa terakses oleh segelintir orang saja.
seiring berjalan nya waktu, ditandai munculnya bands lokal yang mulai out of the box (box=britpop) seperti blossom diary, the sweaters dan lain sebagainya, timbul pula keinginan untuk lebih memperkenalkan band-band lokal tersebut. kami pun merilis untuk yang kedua kali kompilasi band lokal yang bertajuk delicatessen. fisiknya kaset dan hanya sekitar 150 pcs yang kami jual karena keterbatasan kemampuan.
kurang lebih begitulah semuanya bermula. terlalu naif kalau seandainya saya bilang, saya tidak mempunyai rasa riya ketika melakukan itu semua. hahahah.

ah ya. saya menyadari postingan kamu tentang jerman. apakah indiepop club nya juga mulai di hamburg? apa saat itu label firestation sudah ada? apa hamburg dan berlin kota yang berdekatan? berlin punya arti yang lumayan dalam untuk saya dan adi!

yang saya mulai sebetulnya di indonesia, bandung januari 2000. yang punya gagasan soulmate saya, nhanha a.k.a nishkra. kala itu kita berkoordinasi via mIRC, haha, #dreampop tepatnya. saya di hamburg, nhanha di melbourne. sampai sekarang kami berteman baik, dan hal seperti ini lah yang saya harapkan ketika musik jadi jembatan atau sebab timbulnya hubungan baik buat para pelakunya.
setelah poptastic! yang pertama saya pun kembali ke hamburg dengan sejuta good nostalgia dari bandung dan jakarta. melalui PPI (Pesatuan Pelajar Indonesia) hamburg, saya pun meng-arrange poptastic! indiepop club versi hamburg. ketika itu christian sugiono yang mengusahakan kita bisa memakai bar yang ada di asrama tempat dia tinggal. berlangsunglah poptastic! versi hamburg dengan cukup seru karena kebanyakan yang memenuhi dancefloor adalah bule jerman. ah sudah lah ini hanya ingin share aja pengalaman baik saya di hamburg. bahkan akhirnya saya ditawari jadi song selecter reguler di sebuah bar di distrik st. pauli hamburg oleh seseorang yang hadir di acara poptastic! versi hamburg. kala ini lah saya sekali-kalinya bisa menghasilkan uang dari hobby saya meski gak seberapa.
firestation saat itu sudah ada, cuma release-an nya masih bisa dihitung dengan jari. jujur saya langsung jatuh cinta dengan release-an label uwe weigmann ini. saya lebih banyak berinteraksi dengan marsh-marigold yang memang label hamburg, dan jörg winzer dengan mind the gap mailordernya sebagai pemasok release-an indiepop dari seluruh dunia.
sebetulnya saya punya hubungan yang baik dengan firestation. beberapa gig yang mereka bikin sempet saya hadiri, bahkan menginap di tempat mereka. entah kenapa meskipun hanya didasari menyukai musik yang kurang lebih sama, orang tuh secara tiba tiba bisa sangat baik sekali secara hubungan sosial.
hamburg - berlin paling hanya 3 jam perjalanan naik kereta. dan berlin sangat multi rasial, scene musik yang berkembangnya pun sangat berbeda-beda. jujur bagi saya jerman tuh sangat minoritas sekali indiepop scenenya. makanya mungkin ketika seseorang bertemu sesama penyuka indiepop, senang banget kali yah. hahaha.

ih saya benci mengatakannya, tapi kamu living legend! saat poptastic! kedua musik blossom diary sudah didengar di jerman?

no no no. saya mungkin kebetulan berumur lebih tua dan kebetulan lagi berada deket dengan source.
sayangnya belum, karena album mereka belum kelar saat itu. namun yang saya dengar, keberadaan poptastic! yang pertama dengan lanjutan kisahnya lah yang mengilhami lahirnya blossom diary, satu band yang benar benar out of the box kala itu. at least menurut saya.

di 2009-2010 kamu mulai menghilang. saya ingat kita sempat chat soal single beach weds. tapi setelah itu kamu benar-benar menghilang. kenapa?

kalau gak lupa, saya sempet keluar sekali di tahun 2010, acara poptastic! di paris van java yang di-arranged sama marine dkk, yang akhirnya kami sadari bahwa itu sebuah kesalahan. hahahahhah. dan iya, saya ingat ada yang tag single beach weds di facebook saya.
di masa itu masalah sedang banyak banyaknya. urusan keluarga. saya harus prioritaskan keluarga. malah sempat berusaha untuk beradaptasi dengan lingkungan di mana saat itu saya harus selalu berada. sampai akhir tahun 2015, timbul kerinduan akan hal-hal yang sempat saya pikir untuk saya lupakan, tapi honestly, gak bisa.
waktu saya betul-betul menghilang, saya mencoba mengalihkan hobby saya ke dunia yang juga ternyata bukan saya banget. bersosialisasi dan mencoba melebur diri dengan komunitas motor trail di daerah saya tinggal, soreang. dan ternyata akhirnya timbul perdebatan batin antara kepedulian saya dengan lingkungan sama ego saya yang saat itu senang main motor di hutan.
hal baik yang saya dapat alhamdulillah banyak, sebelum akhirnya saya mulai sangat mengurangi kegiatan bermotor merusak alamnya. saya mendapat banyak sudut pandang hidup dari mereka yang tinggal di pegununungan, yang alhamdulillah saya juga bisa dengan sangat baik berinteraksi dengan mereka, bahkan merasa seperti mempunyai keluarga baru.

apa yang waktu itu kamu dengarkan saat motor trail di hutan?

gak ada. suara alam dan landscape cukup refreshing saat itu. hanya saja dari teman sejawat yang putar lagu-lagu dangdut koplo, pop sunda dan the rolling stone terkadang demi kebersamaan saya dengar juga.

hahah. kenapa kamu berpikir poptastic! 2010 adalah kesalahan?

hmm.. ternyata hanya jadi batu loncatan buat segelintir orang oportunis yang sialnya berpendapat bahwa poptastic! adalah sebuah produk yang layak jual. tapi ini pernyataan buruk sangka saya aja sih. hahahah.

oportunis #goahead?

muaranya ke situ. meskipun saya seorang perokok, kurang bijaksana rasanya kalau tetap jadi bagian dari propaganda rokok. tapi ketika yang dipakai alasan adalah perut, ya go ahead lah, gadaikan tuh semua atribut nya, indiepop, indie, arus pinggir apapun lah itu namanya. halal kok jadinya kalau dipakai buat nafkah hidup. hahahah.

yang masalah adalah ketika kamu menjual indiepop dengan menaruh bands di bill tapi tidak membayar mereka sesuai budget/keuntungan yang kamu terima.

itu masalah selanjutnya kalau pendapat saya. first, ketika orang bawa nama indiepop or indie or apapun namanya disandingkan dengan corporate, rokok apalagi, itu sudah masalah menurut saya. intinya, sebesar apa pun uang yang dikasih mereka untuk support, tetap gak sebanding dengan dampak jangka panjang dari propaganda mereka tentang rokok.
sekali-sekali kita boleh dong sok smart. even FormulaGP dan motoGP sudah gak pakai sponsor rokok, itu artinya dampak buruknya tidak sebanding dengan support mereka. hahahah sok tahu ya saya.
dilanjut dengan apa yang kamu bilang di atas bahwa bill nya dibayar tidak sesuai dengan uang yang 'mereka' dapat, apakah masih kurang cukup alasan untuk menolak?

balik ke poptastic! sebagai indiepop club. berapa kali acaranya pernah dibuat?

persisnya saya juga gak ingat. yang cukup besarnya indie weekender tahun 2000, do you remember the first time 2002, yang ketiga tahun 2004. kami juga sempat bikin gig rada gelap bertajuk loveless di tahun 2002.
indiepop club yang reguler hampir setiap bulan berapa kali persisnya saya lupa. yang jelas di tahun 2002 sampai akhir 2003 akhir, tempatnya di amsterdam cafe, jalan braga bandung, dan sempat juga di buqiet cafe bandung.
oh ya, kami juga pernah bikin sekali di jakarta, saya lupa tempatnya yang jelas di pusat. parkit kalau gak salah.
tema indiepop club nya juga selalu berubah ubah, berusaha untuk lebih detail, bahkan kami pun sempet berkolaborasi dengan komunitas punk bandung saat itu.
apapun namanya dan apapun yang telah kami lakukan hanya dengan dasar kesukaan, yang secara finasial jauh dari untung. saat itu yang kepikiran hanya fun dan bikin sesuatu yang menyenangkan buat kami.
kecuali poptastic! yang pertama, kami selalu berusaha nyisipin band yang punya materi lagu sendiri untuk main. mocca, the milo, blossom diary, the sweaters, rumah sakit, cmon lennon, bahkan teenage deathstar pernah main di acara kami.
selanjutnya, poptastic! yang pernah ada setelah yang saya sebut di atas, bukan kami yang bikin.

bukan kalian yang buat? maksudnya dikasih ke orang lain acaranya?

iya. tapi sudahlah.

sekarang kamu kembali. apakah indiepop still at heart? apa kamu sadar band-band yang ada sekarang semua punya sound yang sama?

still at heart gak yah? hahahah. nilai yang saya berusaha terapkan dalam hati saya dari istilah indiepop adalah kejujuran nya aja sih. jenuh saya dengan kata indiepop dan polemiknya.
saya bukan seorang kritisi musik. apa yang saya dengar enak di telinga dan menghibur buat saya, saya dengarkan. seandainya terdengar sound nya sama, saya juga gak begitu peduli sih. apalagi di indonesia, sebuah negeri di mana sejak dini manusia dilatih untuk 'berseragam'. seandainya pun ingin beda, ya semua 'seragam' ingin beda.
terlalu sulit juga buat keluar dari pattern yang pernah ada. dan dasar ketertarikan saya juga sudah ada patokan.

dasar ketertarikan kamu sudah ada patokan? referensi maksudnya?

iya, gak jauh dari indiepop -as genre, twee, shoegaze, dreampop blablabla, khusus ketika saya sebagai subject yang memutar untuk saya nikmati.

kamu harus memulai indiepop club nya lagi.

sepertinya sudah gak perlu lagi bikin indiepop club lagi. source sudah mudah didapat, siapapun could be a song selecter, kecuali kalau harus vinyl. mungkin indiepop jadi milik beberapa gelintir orang saja koleksi vinyls. seandainya dianggap perlu diadain lagi, hanya untuk tujuan silaturahmi.
dulu diadainnya poptastic! indiepop club selain hedonism dan riya, ada niat baik untuk share ke yang mungkin punya selera kuping yang sama dan mempererat silaturahmi sih.
buat saya pribadi, apapun yang pernah saya bikin in the name of indiepop, alhamdulillah banyak hikmahnya. apalagi awalnya banyak sekali teman baru, namun sejalan waktu dan seleksi alam lambat laun mulai keliatan siapa yang true friends dan siapa yang hanya sekedar menganggap saya batu loncatan dan katakanlah butuh informasi dari saya. anggaplah saya dalam hal ini belagu. betul kata the whistling possum, indie kids are getting worse. :p

.
Skint & Demoralised - You Probably Don't even Realise When You Do The Things I Love the Most

Sunday, May 15, 2016

spasi

Mungkin saya terlalu jauh mengambil pemahaman tentang apa yang Kip tulis di SINI. Tapi kalau akhirnya kamu menemukan postingan INI, seharusnya semuanya menjadi jelas.

Saya tidak terlalu ingin semuanya menjadi sempurna atau selalu menuju ke arah yang sama, tapi kalau kesalahpahamannya bertahan, betapa menyedihkannya euphoria palsu kaskusers ini. Tapi kamu memang selalu bisa menambahkan spasi atau dash, setelah itu menjelaskan kalau yang kamu maksud bukan ini atau itu. Untuk saya, terlalu melelahkan dan buang-buang waktu. Kamu seperti mencoba memberi edukasi kepada orang purba. Padahal kalau tanpa spasi, saya dan kamu tahu kalau kita memiliki interest dan arah pembicaraan yang sama.

Lalu ada yang berargumen tentang sejarah terminologi ini: ya ya ya.
.
Jarvis Cocker - Something Changed

Friday, February 26, 2016

you're oh so boring

HeyHo! Records tutup. Begitu melegakan untuk dengar kabarnya karena seharusnya kamu tahu kalau ini semua tidak berjalan ke mana-mana. Ketika band favorit kamu mulai mendapat spotlight dan tiba-tiba berharap lebih di social media mereka. Ketika local popkids menjadi kaskus dengan apa-yang-harus-saya-dengarkan-lakukan-dan-share-untuk-menjadi-pop. Ketika saya orang yang payah, tapi scene bahkan membuat saya merasa lebih buruk lagi. Dan ketika pop adalah indie.

Saya tahu kudos soal shares/the wells/sex sux atau she/run in sun selalu membuat saya seperti orang tua yang tolol, tapi Peter harus mulai memikirkan Damascus daripada mengurusi Anoa yang semakin payah dengan merilis silverglaze.

Seharusnya ini semua selalu adalah soal bersenang-senang dalam bentuk dan cara kamu sendiri. Tapi masalahnya adalah kamu tidak menyenangkan.

Oh, dan jangan tonton tamanbuayabeatclub.
.
The Just Joans - What do we do now?

Monday, October 26, 2015

punks

Sepertinya, seharusnya kamu dan saya tahu kalau indiepop itu lebih punk dari punk itu sendiri. Dan bahkan saya tidak membicarakan street punks di aceh atau semua kolektif sablon dengan ukulele. Ini tentang bagaimana kamu sebenarnya tidak bisa benar-benar menjelaskan pop. Lalu kita akan bilang: saya/kamu akan tahu saat mendengar sesuatu! Lalu semuanya selesai. Oh betapa statement itu akan memudahkan semua argumen saya tentang apa yang terjadi di scene: surf-pop, bedroom-thingy, reverb, stupid jangly, sunshine/summer stuff dan betapa naifnya media melabelkan itu semua dengan indiepop -karena untuk mereka, apapun yang poppy-ish dan independent berarti indiepop. Blurph.

Apakah ini tentang menjadi Sarah? Bukan -saya bahkan tidak hapal katalog lengkap Matt/Clare. Postcard? Mmhhh.. ya sedikit. Tapi ini hanya tentang bagaimana kamu menghargai penulisan lagu, riff/hook guitar, aransemen melodi dan lirik yang jujur. Reverb kamu terlalu banyak: karena kalau kamu menghargai melodi, kamu tidak akan menaikkan level reverbnya terlalu tinggi. Atau bagaimana kamu menulis tentang summer: hem? Atau fuzz, delay box yang memfilter semua petikan satu senar, dan kamu berharap semua orang membeli karyamu yang manis dan apa adanya. Saya tidak pernah habis pikir dengan self-proclaimed pop bands dari Jogja dan afiliasi media mereka -semua, kecuali mungkin Brilliant At Breakfast. Eka! kamu harus mulai Breakfast lagi dan berhenti bermain untuk Nervous!

Saya tidak berharap kamu mengerti, saya hanya berharap ini bukan lagi tentang jangly dan reverb. Atau saya seharusnya tidak mengharapkan melodi apapun dari band kamu, kecuali sesuatu yang sangat cool. Bukankah untuk itu kita di sini? Mmhhh.. kamu mungkin di sini karena itu. Saya tidak.

Atau mungkin saya di sini hanya untuk memberitahu kamu kalau melabelkan indiepop sangatlah gampang, dan bertanggung jawab akan hal itulah yang sulit. Atau bagaimana tulisan ini bukan tentang bagaimana seharusnya pop songs ditulis, tapi lebih bahwa ini punk, dan kamu tidak bisa menjelaskan apapun: karena kamu bukan punk dan tidak akan mengerti indiepop.
.
The Westfield Mining Disaster - Everyone's So Spiteful In This Town